Gala-Dinner-2018-Wayin

Hadiri Acara Amal Unicef, Bintang Manchester United Tampil Keren

Gala-Dinner-2018-Wayin
Paul Pogba, Jesse Lingard, dan deretan penggawa Manchester United lain turut serta dalam acara amal Unicef ini.
manchester-united_1v8t3yd6tfwo81n2zilheu88jn

 

Para penggawa Manchester United tampil kompak mengenakan setelan jas rapi dalam acara amal tahunan yang diselenggarakan oleh klub dan Unicef, Selasa (22/1) malam. Acara amal yang juga meliputi agenda makan malam bersama ini menandai kerja sama 20 tahun antara United dan Unicef, yang menjadi salah satu kolaborasi amal terlama di dunia.

0_Manchester-United-United-for-Unicef-Gala-Dinner-Red-Carpet-Arrivals-Old-Trafford

Seperti dilaporkan media-media Inggris, acara ini sukses mengumpulkan dana sebesar £225 ribu (sekitar Rp4,1 miliar). Seluruh dana tersebut akan diserahkan ke Dana Darurat Anak milik Unicef, yang membantu sekitar 300 kejadian darurat kemanusiaan per tahun di seluruh dunia.

manchester-united_1z8oe68k2zoe1r5ii3vnw4wv0 (2)

 

Selain itu, dilakukan pula lelang barang-barang memorabilia milik pemain maupun pelatih Setan Merah. Bos interim Ole Gunnar Solskjaer, misalnya, sukses menjual sebuah jam tangan unik miliknya senilai £35 ribu.

“Rasanya fantastis bisa kembali menjadi bagian dari klub ini. Saya ingat, pertama kali bersentuhan dengan Unicef sebagai pemain United terjadi pada 1999 di Beijing,” kata Solskjaer seperti dikutip di laman resmi klub.

“Kini, saya merasa terhormat menjadi duta Unicef di Norwegia. Bagi saya, ini adalah kegiatan amal yang paling saya nantikan,” imbuhnya.

Bintang tamu lain seperti penyanyi Lewis Capaldi dan aktor Angus Deayton turut menghadiri acara ini. Namun, yang paling mencuri perhatian tentu saja para pemain United. Dengan mengenakan setelah jas, dasi hitam, dan sepatu formal, David de Gea dan kawan-kawan tampak menikmati acara ini.

Sumber: Goal.com

anthony-martial

Anthony Martial Akan Bertahan di Manchester United

anthony-martial

Spekulasi mengenai masa depan Anthony Martial di Manchester United nampaknya akan segera berakhir. Penyerang muda Setan Merah itu dikabarkan sudah berkomitmen untuk meneken kontrak baru di Old Trafford dalam waktu dekat ini.

Martial yang didatangkan United pada tahun 2015 silam kerap dikabarkan tidak bahagia di Manchester United. Hal ini dikarenakan dalam dua setengah tahun terakhir, ia kerap duduk di bangku cadangan.

Situasi ini kabarnya membuat Martial frustrasi di MU. Alhasil sejak tahun lalu, ia sulit diajak bernegosiasi oleh manajemen MU saat membahas kontrak barunya di Old Trafford.

Namun laporan Mirror mengklaim situasi kini sudah berubah. Penyerang Timnas Prancis itu disebut sudah bersedia untuk meneken kontrak baru di Manchester United dalam waktu dekat.

Mengapa Martial berubah pikiran? Simak informasi selengkapnya di bawah ini.

Dapat Kepercayaan

Keputusan Martial untuk menandatangani kontrak baru ini tidak terlepas dari sosok Ole Gunnar Solskjaer yang kini melatih United.

Seperti yang sudah diketahui, sejak pelatih 45 tahun itu dipercaya menjadi pelatih interim MU, Martial kembali aktif bermain di tim utama MU. Ia tercatat 5 kali menjadi starter dari 7 pertandingan yang ditangani oleh Solskjaer.

Martial sendiri kabarnya senang terlibat kembali di tim utama MU, terutama ia merasa performanya semakin meningkat saat ditangani pelatih asal Norwegia itu. Alhasil ia semakin yakin untuk menambah masa baktinya di Old Trafford.

Tuntaskan Kontrak

Laporan The Mirror itu mengklaim bahwa Martial sudah menghubungi agennya baru-baru ini. Ia memerintahkan sang agen untuk segera mengurus kontrak barunya di United.

Pihak United sendiri menyambut baik respon positif dari Martial itu. Mereka mengagendakan bertemu dengan perwakilan Martial dalam waktu dekat ini.

PIhak MU kabarnya akan mempersiapkan kontrak jangka panjang untuk pemain 23 tahun tersebut, di mana sang pemain disebut akan mendapatkan kenaikan gaji yang cukup signifikan.

Starter Lagi

Martial diperkirakan akan kembali menjadi starter saat Manchester United bertandang ke Emirates Stadium pada pertandingan babak ke empat FA Cup di akhir pekan nanti.

Sumber: Bola.net

skysports-scott-mctominay-manchester_4552950

Scott McTominay Ekstensi Kontrak Di Manchester United

skysports-scott-mctominay-manchester_4552950
Manchester United memutuskan untuk memperpanjang kontrak gelandang mudanya tersebut.

Setelah sempat dirumorkan bakal dipinjamkan ke Glasgow Celtic atau Glasgow Rangers pada bursa musim dingin ini, keputusan berbeda diambil oleh Manchester United untuk gelandang mudanya, Scott McTominay. Melalui laman resminya, United mengkonfirmasi telah mempepanjang kontrak McTominay hingga musim panas 2023 esok dengan opsi perpanjangan setahun sampai 2024.

McTominay sendiri merupakan pemain asli didikan akademi United, di mana dirinya bergabung sejak masih berusia lima tahun. Dia lantas menembus tim utama pada Agustus 2017 lalu dan bermain sebanyak 23 kali pada kampanye 2017/18 kemarin.

“Manchester United telah menjadi hidup saya sejak usia lima tahun dan bermain untuk klub yang selalu saya dukung adalah segala hal yang saya inginkan,” tutur McTominay di laman resmi United.

“Saya masih muda, saya masih harus belajar banyak dari pelatih, staf pelatih, dan banyak pemain kelas dunia di dalam skuat United. Saya tak sabar untuk terus berkembang di klub hebat ini!” serunya menyambut perpanjangan kontrak.

Musim ini gelandang berusia 22 tahun tersebut baru bermain delapan kali di semua ajang, tanpa torehan gol maupun assist. Namun performa ciamiknya hadapi Reading di Piala FA dua pekan lalu, disinyalir jadi alasan Setan Merah putuskan untuk mengekstensi kontraknya.

Sumber: Goal.com

 

PA.34248285

Juan Mata Belum Puas dengan 7 Kemenangan Manchester United

PA.34248285

Manchester – Playmaker Manchester United, Juan Mata, mengaku belum puas dengan tujuh kemenangan beruntun yang diraih timnya. Ia percaya Setan Merah bisa lebih baik lagi. Sejak dilatih Ole Gunnar Solskaer, MU berhasil bangkit. Mata dan kawan-kawan sukses meraih tujuh kemenangan beruntun (enam di Liga Inggris dan satu di Piala FA).

Hasil positif itu membuat MU yang saat ini berada di posisi enam klasemen, cuma terpaut tiga angka lagi dari Chelsea di posisi empat (batas akhir Liga Champions).

“Untuk memenangkan tujuh pertandingan beruntun bukanlah tugas yang mudah, jadi kami bangga dan senang dengan apa yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Tapi, kami ingin lebih,” kata Mata di Soccerway.

“Kami tahu bahwa kami berada di jalur yang benar, tetapi bagian terpenting dari musim ini masih di depan kami. Kami harus melanjutkan dengan cara yang sama jika kami ingin mencapai target, dan kami semua termotivasi untuk membuat bulan-bulan mendatang menjadi sangat positif.”

“Seperti yang aku katakan, kemenangan melawan Brighton pada hari Sabtu adalah yang ketujuh berturut-turut. Kami kesulitan hingga akhir, tapi aku percaya itu layak. Ketika Anda dalam keadaan baik, ada permainan yang Anda menangkan dan dalam keadaan lain, Anda mungkin mendapat hasil imbang. Kami bermain dengan energi dan keinginan untuk terus berkembang,” Mata menambahkan.

Mata sudah membela Manchester United dalam 22 pertandingan musim ini. Pemain asal Spanyol itu juga menyumbangkan lima gol dan dua assist.

Sumber: bola.com

1546322731-OleGunnarSolskjaer-AP

Rahasia Solskjaer Perbaiki Performa Manchester United

ipanews_36dabc17-c582-4192-a889-c9327faa8080_1

Penyerang Manchester United, Alexis Sanchez, mengungkapkan bahwa pendekatan yang dilakukan Ole Gunnar Solskjaer sebagai pelatih berhasil memperbaiki performa timnya. Alexis Sanchez sadar bahwa tak ada perubahan komposisi skuat Manchester United pasca-kedatangan pelatih interim Ole Gunnar Solskjaer pada 19 Desember lalu. Fakta tersebut nyatanya tak menghalangi kebangkitan Manchester United yang sudah memenangi tujuh laga beruntun di semua ajang. Walau begitu, ada hal berbeda yang dirasakan Alexis Sanchez antara Ole Gunnar Solskjaer dan pelatih sebelumnya, Jose Mourinho.

“Pemain yang dimiliki Ole Gunnar Solskjaer sama dengan yang dipunyai Mourinho,” ujar Sanchez, dilansir BolaSport.com dari laman Mirror. “Namun, sekarang kami lebih sukses dalam menyerang dan bertahan pun lebih baik,” terangnya. Sanchez juga menilai pengalaman Solskjer membela Setan Merah pada masa lalu berandil dalam perubahan filosofi bermain yang lebih positif. Pria yang kini berusia 45 tahun tersebut bermain sebagai penyerang Manchester United pada periode 1996-2007. “Filosofinya yaitu sesering mungkin menyentuh bola demi menguasai laga, lalu menciptakan beberapa gol. Anda dapat mengatakan bahwa saat bermain ia berposisi sebagai penyerang, tetapi saat ini ia juga ingin kami waspada di daerah pertahanan,” katanya. “Ia mengatakan bahwa semuanya tergantung pada kami dan dengan tangan kami-lah tim bisa merangkak naik di tabel klasemen,” ujar pemain 30 tahun asal Cile ini. Adapun di bawah pimpinan Solskjaer, Sanchez sudah tampil dua kali dengan sumbangsih dua assist bagi Manchester United.
Sumber: Kompas.com

rashers1-696x406

Young Boys vs Manchester United, Marcus Rashford Diprediksi Jadi Momok Mematikan

rashers1-696x406

Gelandang BSC Young Boys, Djibril Sow mengungkapkan pemain Manchester United yang ia waspadai saat kedua tim bertemu di tengah pekan ini. Sow menyebut sosok Marcus Rashford berpotensi menjadi momok yang mematikan untuk timnya.

Manchester United akan memulai perjalanan mereka di fase grup Liga Champions pada tengah pekan ini. Mereka akan terbang ke Swiss untuk menghadapi Young Boys.

Pada laga ini Jose Mourinho diperkirakan akan memainkan sosok Marcus Rashford. Rashford yang absen di laga melawan Watford karena mendapatkan kartu merah ini tengah tampil apik bersama Timnas Inggris di jeda Internasional kemarin.

Sow mengakui pemuda 20 tahun itu berpotensi menjadi momok yang menakutkan bagi timnya di hari Kamis nanti. “Dia [Rashford] adalah pemain yang hebat,” buka Sow kepada Daily Star.

Baca komentar Sow mengenai performa Marcus Rashford selengkapnya di bawah ini.

Belum Tentu Bersinar

Meski mewaspadai sosok Rashford, Sow menilai sang pemuda belum tentu tampil apik bagi Manchester United mengingat ia tidak mendapatkan banyak kesempatan di bawah asuhan Jose Mourinho.

“Dia memang pemain yang hebat, namun harus diingat bahwa Timnas Inggris dan Manchester United adalah dua tim yang berbeda.”

“Namun selain Rashford, mereka [United] punya banyak pemain besar yang mungkin akan merepotkan kami. Kami harus benar-benar waspada nanti.”

Siap Berjuang

Young Boys sendiri bisa dikatakan masuk dalam grup neraka, setelah harus bersaing dengan Manchester United, Juventus dan Valencia untuk satu tiket ke babak knockout. Namun Sow menegaskan timnya tidak akan kecil hati dan siap berjuang sekuat tenaga di fase grup nanti.

“Kami berada di grup yang sulit. Namun saya lebih memilih untuk berada di grup yang terdiri dari tim-tim yang hebat, karena kami bisa belajar banyak dari pertandingan melawan mereka dan juga dari pemain-pemain mereka.”

“Anda tidak bisa berharap bermain melawan tim kecil di Liga Champions. Saya rasa sudah menjadi mimpi banyak orang untuk pergi ke Old Trafford untuk bermain melawan tim-tim besar seperti Manchester United atau Juventus.” tandasnya.

Siap Berjuang

Young Boys sendiri bisa dikatakan masuk dalam grup neraka, setelah harus bersaing dengan Manchester United, Juventus dan Valencia untuk satu tiket ke babak knockout. Namun Sow menegaskan timnya tidak akan kecil hati dan siap berjuang sekuat tenaga di fase grup nanti.

“Kami berada di grup yang sulit. Namun saya lebih memilih untuk berada di grup yang terdiri dari tim-tim yang hebat, karena kami bisa belajar banyak dari pertandingan melawan mereka dan juga dari pemain-pemain mereka.”

“Anda tidak bisa berharap bermain melawan tim kecil di Liga Champions. Saya rasa sudah menjadi mimpi banyak orang untuk pergi ke Old Trafford untuk bermain melawan tim-tim besar seperti Manchester United atau Juventus.” tandasnya.

martial-1

Manchester United Siap Lepas Anthony Martial demi Ivan Perisic

martial-1

Manchester United dikabarkan meminta syarat bagi Inter Milan yang sedang mengincar Anthony Martial. The Red Devils siap melepas Martial bila I Nerazzurri menyerahkan Ivan Perisic.

Semenjak tahun lalu, beredar rumor bahwa ada keretakan hubungan antara Jose Mourinho dan Anthony Martial. Hubungan keduanya memburuk setelah Jose Mourinho jarang memainkan sang penyerang di lini serang MU.

Situasi Martial ini kabarnya membuat Inter Milan tertarik. Raksasa Serie A ini merasa sang pemain bisa meningkatkan daya gedor lini serang mereka untuk musim depan.

Dilansir The Mirror, Jose Mourinho sudah siap untuk melepaskan Martial ke Giuseppe Meazza. Namun ia meminta pihak Inter Milan menukar sang pemain dengan pemain sayap mereka, Ivan Perisic.

Ada alasan mengapa Jose Mourinho ingin ada nama Perisic dalam transfer Martial. Pasalnya sang pemain sudah lama menjadi idaman sang pelatih.

Dalam dua tahun terakhir United memang gencar mengincar jasa Perisic. Setan Merah bahkan sudah melancarkan beberapa tawaran untuk sang winger namun tawaran-tawaran itu ditolak mentah-mentah oleh kubu La Beneamata.

Mourinho tahu betul bahwa Inter Milan benar-benar menginginkan Martial. Untuk itu ia akan memanfaatkan ketertarikan mereka itu untuk memboyong sang pemain ke Old Trafford.

Menurut laporan tersebut, kemungkinan untuk melakukan barter antara Martial dan Perisic ini bakal sulit terealisasi.

Hal ini dikarenakan Inter Milan menilai Perisic merupakan pemain kunci mereka. Untuk itu mereka tidak akan melepaskan pemain kunci mereka itu di bulan Januari, mengingat sulit mencari pengganti yang sepadan untuk sang pemain.

Untuk itu pihak Inter kabarnya akan memonitori status Martial sebelum mencoba mendaratkannya ke Giuseppe Meazza pada musim panas nanti.

Martial dikabarkan tengah bernegosiasi dengan pihak Manchester United untuk memperpanjang kontraknya di Old Trafford, di mana ia dirumorkan akan meneken kontrak berdurasi lima tahun.

Sumber: Bola.net

c57e5be15abf5dff98dc0c34dbf30181

Michael Carrick Semakin Enjoy Jadi Pelatih di Manchester United

c57e5be15abf5dff98dc0c34dbf30181

Sebuah pengakuan diberikan oleh Michael Carrick. Mantan gelandang setan merah itu mengakui sangat menikmati peran barunya sebagai asisten pelatih klub dan ia ingin belajar lebih banyak mengenai peran barunya.

Carrick sendiri sudah menjadi jantung permainan Manchester United dalam satu dekade terakhir. Ia dipercaya untuk mengatur lini tengah United semenjak didatangkan dari Tottenham Hotspur pada tahun 2006 silam.

Pada akhir musim lalu, Carrick memutuskan gantung sepatu karena masalah kesehatan. Kini ia bergabung dengan staff kepelatihan Jose Mourinho di tim utama Manchester United.

Carrick menyebut ia sangat senang bisa menggeluti dunia kepelatihan saat ini. “Ya, saya benar-benar menikmati duduk di bangku cadangan ini [sebagai pelatih],” buka Carrick kepada halaman resmi Manchester United.

Baca pengakuan Carrick mengenai karir kepelatihannya di bawah ini.

Mulai Terbiasa

Carrick sendiri mengakui bahwa ia sudah mulai terbiasa dengan peran barunya ini dan ia berharap bisa memberikan kontribusi yang baik untuk tim ini.

“Saya tidak pernah terpikir satu haripun bahwa saya ingin bermain lagi. Jadi saya sudah tidak merindukan waktu-waktu saya sebagai seorang pemain sepakbola.”

“Manajer benar-benar fantastis dan berada di samping Kieran [McKenna, pelatih Manchester United] dan juga semua staff Jose dari musim lalu benar-benar membantu saya dalam tugas saya ini.”

Tantangan Besar

Carrick sendiri mengakui bahwa ada tanggung jawab yang berbeda saat ia bermain dan saat ia kini masuk dalam staff pelatih Manchester United.

Carrick sendiri tidak gentar dengan perubahan tanggung jawab ini di mana ia siap belajar banyak agar menjadi pelatih top di masa depan.

“Ya, ada banyak hal yang perlu saya lakukan saat ini. Musim ini tentu saja merupakan musim yang besar, namun saya benar-benar antusias untuk menjalani musim ini dengan peran baru saya.” tandas lulusan akademi West Ham United tersebut.

Tugas Berikutnya

Carrick saat ini tengah bertugas untuk menyiapkan tim setan merah jelang laga tandang ke Swiss, di mana mereka akan menghadapi BSC Young Boys di pertandingan pertama fase grup Liga Champions musim ini.

Sumber: Bola.net

download

United Kembali ke Jalur Kemenangan!

GettyImages-1033682250-min

Manchester United kembali ke jalur kemenangan setelah sempat meraih dua kekalahan dari Brighton and Halve Albion serta Tottenham Hotspur di awal musim ini. Pada dua laga terakhir, skuad asuhan Jose Mourinho meraih kemenangan.

Mantan bek Manchester United, Rio Ferdinand, menilai bangkitnya performa skuad Setan Merah tak lepas dari ramuan lini tengah yang diterapkan Jose Mourinho dalam dua laga terakhir melawan Burnley dan Watford. Dalam dua laga itu, Mourinho menurunkan trio Marouane Fellaini, Paul Pogba dan Nemanja Matic di lini tengahnya.

Dia pun menilai trio tersebut sebagai kombinasi yang cocok untuk pola permainan Mourinho. Sebelumnya, Mourinho telah mencoba banyak kombinasi, termasuk memainkan pemain muda Andres Pereira.

“Untuk laga seperti ini, 100 persen itu (trio gelandang) telah terbukti,” ujarnya seperti dilansir laman Manchester Evening News.

“Pada laga tandang di Burnley mereka juga bermain baik. Fellaini bermain bagus di laga itu dan pada laga melawan Watford dia menjadi pemain terbaik bagi Manchester United,” lanjutnya.

Ketiga pemain tersebut, menurut Ferdinand, membuat lini tengah Manchester United lebih seimbang dalam bertahan dan menyerang. Sebelumnya lini tengah Manchester United kerap menjadi bahan kritikan karena tak mampu membantu lini pertahanan mereka maupun menyokong lini depan.

Meskipun demikian, Ferdinand menilai racikan Jose Mourinho itu masih membutuhkan ujian lebih jauh lagi. Pasalnya Manchester United hanya melawan tim yang secara materi pemain berada di bawah mereka.

“Saya kira pada laga melawan Watford, keseimbangan lini tengah mereka terlihat sangat baik untuk menghadapi lawan seperti ini dan bermain tandang,” ujarnya.

“Meskipun demikian, masih harus dilihat lagi apakah kombinasi seperti ini yang akan kita lihat melawan 6 tim top seperti Spurs, Chelsea, Liverpool dan Manchester City,” lanjut Ferdinand.

Ujian berat bagi trio baru Manchester United itu tampaknya baru akan terjadi sebulan laga. Jose Mourinho akan menghadapi mantan timnya, Chelsea di ajang Liga Inggris pada 20 Oktober mendatang.

WATFORD, ENGLAND - SEPTEMBER 15:  Nemanja Matic of Manchester United walks off the pitch after receiving a red card during the Premier League match between Watford FC and Manchester United at Vicarage Road on September 15, 2018 in Watford, United Kingdom.  (Photo by Richard Heathcote/Getty Images)

Matic Akui Manchester United Susah Payah Taklukan Watford

WATFORD, ENGLAND - SEPTEMBER 15:  Nemanja Matic of Manchester United walks off the pitch after receiving a red card during the Premier League match between Watford FC and Manchester United at Vicarage Road on September 15, 2018 in Watford, United Kingdom.  (Photo by Richard Heathcote/Getty Images)

WATFORD, ENGLAND – SEPTEMBER 15: Nemanja Matic of Manchester United walks off the pitch after receiving a red card during the Premier League match between Watford FC and Manchester United at Vicarage Road on September 15, 2018 in Watford, United Kingdom. (Photo by Richard Heathcote/Getty Images)

Gelandang Manchester United, Nemanja Matic, mengakui bahwa timnya harus bersusah payah untuk bisa menaklukan Watford di pekan kelima Premier League. Matic juga mengkritik barisan depan MU yang dinilainya masih kurang kejam terhadap lawan.

Pada pekan kelima Premier League, Manchester United sukses meneruskan performa impresifnya dengan menumbangkan Watford di Vicarage Stadium, Sabtu (15/9), dengan skor 2-1. Gol kemenangan MU sendiri dicetak oleh Romelu Lukaku dan Chris Smalling, sedangkan gol balasan The Hornets dicetak oleh Andre Gray.

Pada laga tersebut, Setan Merah sebenarnya mampu tampil impresif pada babak pertama. Akan tetapi pada paruh kedua laga, penampilan Paul Pogba dkk justru mengalami penurunan sehingga membuat tim tuan rumah mampu tampil lebih agresif.

Matic sendiri tak menampik jika timnya harus kerepotan untuk menahan gempuran para pemain Watford. Bahkan Matic mengakui bahwa Mourinho sampai memberikan peringatan kepada timnya untuk tetap fokus di babak kedua. Akan tetapi apa yang direncanakan oleh sang manajer tak berjalan sempurna di sisa 45 menit berikutnya.

“Pelatih meminta kami untuk berkonsentrasi penuh pada pertandingan tadi,” ujar Matic seperti dilansir dari laman resmi Manchester United.

“Pelatih meminta kami untuk tidak memberikan ruang kepada mereka untuk menciptakan peluang, karena jika mereka mencetak gol maka kami akan berada dalam masalah besar.”

“Kami tahu betul bahwa mereka adalah tim yang berbahaya. Namun mereka punya kualitas dan mereka sangat percaya diri karena mereka memenangkan empat pertandingan pertama mereka.”

Pada kesempatan yang sama, Matic juga mengkritik penampilan barisan depan Setan Merah yang dinilainya kurang tajam sehingga gagal memaksimalkan peluang yang ada.

“Di babak kedua, mereka [Watford] mencetak gol dan segalanya menjadi sangat sulit bagi kami.”

“Kami memiliki beberapa serangan balik yang sebenarnya bisa mengakhiri pertandingan, namun sayang kami tidak mencetak gol,” tutup Matic.

Sumber: Liga Olahraga